Senin, 03 November 2014

Impianku? Melancong ke 3 Harta Karun Pariwisata Indonesia Bersama Asia Wisata






Kuliah. Kuliah. Kuliah.
Terus!
Ngantor. Ngantor. Ngantor
Terus!
Nulis. Nulis. Nulis.
Terus!

Kuliah. Ngantor. Nulis.
Jenuh!


BRRAAAKKK!!!






Selamat datang di pulau-pulau impian saya! Selamat datang di dunia imajinasi! Sub-sub dunia lain yang tak kalah indahnya.
Impian ini memuat cerita-cerita lanjutan perjalanan hati saya di tahun ini. Dimana masih ada beberapa tempat yang belum terwujud di lintas alam bumi pertiwi ini.


Impian atau sebuah ekspresi diri?
Begitu banyak yang membuat saya berdecak mengenai keindahan alam Indonesia "betapa kayanya dunia ini". Yang dimana Sang Maha Pencipta seolah telah memberikannya tanpa pamrih mulai dari potensi alam yang berlimpah ruah hingga adat istiadat dan budaya. Mulai dari Sabang Nangro Aceh Darussalam, hingga Merauke di Papua. Menjadikan diri saya sangat sulit untuk membingkai ekspresi dan ungkapan diri agar tidak terpesona serta tidak bepergian ke tempat-tempat yang berpredikat sebagai surga dunia tersebut. Mengena dan meneror terus-menerus alam bawah sadar ini.

Namun, konon untuk mewujudkan impian, kita harus sering memikirkannya, bahkan bila perlu mengaforisme diri, terus membuktikan keberadaan audio dan visualnya dengan detail di otak kita. Merefleksikan sub-sub dunia lain yang tak kalah indahnya. Hingga membuat aliran darah seolah berhenti, partikelnya menggelegak dan isi kepala pun seolah membuncah-buncah, sampai tubuh melunglai. 

Akhirnya saya selalu berujung di tempat tidur, memutuskan untuk bermimpi saja, berharap impian-impian itu menjadi nyata, kendati itu hanya sekadar di alam mimpi. Sakitnya tuh disini (sambil tunjuk dada).
Kendati bukan yang pertamakali saya rasakan, namun kerinduan ini cukup menyiksa, layaknya timetable. Hidup saya seolah telah dilukiskan untuk melengkapi, berbagi waktu, pengalaman serta untuk menjelajahi setiap jengkal dunia. Untuk menemukan sumber-sumber kebaikan dari alam, dari beragam suku dan ras. Dan hal-hal diatas itu mengerucut menjadi pertanyaan. Apakah ini impian ataukah ekspresi diri?

Filosofi traveling

Traveling bukan lagi melulu tentang destinasi, bukan melulu tentang kesenangan dan kebanggaan diri, melainkan sebuah proses memperkaya hati, proses menenangkan diri, sebuah perjalanan spiritualitas panjang. Kini, di tengah kompleksitas keberagaman pariwisata dan budaya negeri ini... 

Saya ingin terus merasakan bagaimana menjadi kaum minoritas. Saya ingin belajar tentang bagaimana cara berinteraksi dan cara menghormati penganut agama lain. Saya ingin merasakan bagaimana rasanya hidup di sebuah pulau terpencil. Saya ingin berkelana dan mengenal lebih banyak lagi harta karun-harta karun pariwisata Indonesia. Tak lagi hanya sebagai destinasi wisata impian, melainkan akan menjadi sarana berkontemplasi banyak hati dengan penduduk sekitar dalam pencarian jati diri, mencari jawaban atas banyak pertanyaan hidup.

Di saat seperti ini, di saat saya mengalami hal-hal indah maupun kerinduan dalam traveling, saya selalu ingin menuangkannya dalam tulisan. Karena sebagai travellers domestik, kata impian dan wisata seperti tak bersekat, seperti angin yang tak terlihat namun terasa. Seperti pelangi dan udara, walau terlihat terpisah namun mereka satu. Apalagi ketika mengingat jargon Indonesia beberapa tahun silam "Indonesia, Dangeriously Beautiful". Ya, ini bisa menjadi multi tafsir dan luas interpretasinya bagi travellers seperti saya.

Ketika eksistensi dan arti kata wisata di pertanyakan...

Wisata, satu kata yang berhubungan erat dengan bertamasya, bersenang-senang, menambah pengetahuan atau bisa di sebut juga suatu aktifitas perjalanan untuk menyegarkan otak yang bagi sebagian masyarakat Indonesia, masih dianggap sebagai "ikan teri". Padahal tingkat pengidap penyakit stres di Indonesia hingga sekarang terbilang masih sangat tinggi. Apakah harus menunggu sampai tergeletak di RS lalu menyesal? Ini tak berlebihan, mengingat banyaknya gejala lain yang akan timbul dari rasa stres tersebut, termasuk biaya berobat yang semakin menggunung. Dan semua orang tak ingin mengalaminya bukan? Makadari itu, sejak dua tahun kemarin saya merutinkan berlibur di setiap 2, 3 sampai 6 bulan sekali. Kenapa? Karena travelling, menulis, fotography, adalah cara terbaik saya untuk banyak bersyukur kepada-Nya.

Ada beberapa alasan dan faktor yang membuat paradigma masyarakat Indonesia diatas itu semakin nyata. sebut saja; 
  • Gaji yang pas-pas-an. 
  • Jadwal kerja yang begitu padat. 
  • Hingga tidak adanya panduan dan paket wisata yang cocok dengan isi dompet.
Apakah itu alasan kita menunda untuk berlibur? Sebenarnya kuncinya itu cuma dua; "pintar mementingkan diri daripada pekerjaan dan bisa mengatur jadwal" titik! Dan kalaupun gaji bulanan pas-pas-an, kita bisa menyiasatinya dengan cara berhemat atau mencari penghasilan tambahan. Simpel kan? Dan, karena mengingat pentingnya arti sebuah kesehatan. Saya selalu berharap, kalau ini bisa menjadi hajat nasional.

Mimpi-lah dengan benar

Bagi seorang dreamer seperti saya, mimpi itu adalah penyemangat hidup dan sebagai muslim sejati, saya hanya perlu mengimaninya. Mengimani kalau Tuhan itu maha baik dan tentunya mengimani mimpi saya sekuat hati. Ya, ketersinambungan itulah yang saya sebut "mimpi dengan benar". Namun herannya kenapa masih banyak orang yang ragu bahkan takut untuk bermimpi, padahal didalamnya tersimpan faedah yang nyata dan gratis pula!

Kembali ke paradigma masyarakat kita. Selain masalah keuangan, tidak adanya jasa perjalanan yang "terjangkau" pun menjadi masalah tersendiri, dimana rata-rata pada perusahaan jasa perjalanan di Indonesia, masih memasang tarif tinggi, sehingga mayoritas orang kita, merasa ciut duluan dalam menentukan pilihan. Untuk kasus ini, saya sebagai pecinta wisata yang memberi contoh baik, memberi rekomendasi untuk jasa perjalanan terbaik, gunakanlah Asia Wisata. Karena menurut pengalaman saya selama ini. Selain pelayanannya cepat, ramah, dan professional. Paket-paket liburan di Asia Wisata sangat terjangkau. Dan poin lainnya, dengan ditemani penyedia jasa perjalanan “terpercaya” seperti Asia Wisata, yang berada di bawah bendera PT. Khalifa International Business, dan telah tercatat sebagai anggota ASITA dan ASTINDO, peraih penghargaan sebagai The Best In Service Exellent of The YearMost Promising dari Asia Pacific Entrepreneurship Awards (APEA) pada tahun 2012-2013, akan menjadikan perjalanan liburan kita aman, nyaman, lancar, serta berkesan. Efektif dan menyenangkan bukan? Atau malah penasaraaan? Yuk, tunggu apalagi? Sejujurnya, faktor itulah yang membuat saya menggantungkan impian bersama Asia Wisata.

Berusaha mewujudkan ke tiga impian yang tak biasa...

Ini sebenarnya bukan soal 3 impian yang tak biasa... melainkan kelanjutan impian berkeliling Indonesia. Ada ribuan keindahan yang rasanya mustahil dan takkan puas kita reguk dalam tempo singkat. Sekarang, berbagai usaha untuk mewujudkan impian, terus di lakukan, mulai dari menabung, berhemat, serta tentunya memprioritaskan penjadwalan keberangkatannya dengan trik perpaduan rahasia (mengalokasikan sisa cuti dan tanggal libur/merah). hehe.

Nah, tak lengkap rasanya jika bercerita tentang impian, tanpa berbagi ilmu pengetahuan sekaligus mengupas keunikan dan keistimewaan yang ada di 3 destinasi/pulau tersebut, tentunya yang hingga saat ini masih menjadi "harta karun" di tengah begitu ramainya ragam pariwisata Indonesia. 


1. Pulau Lombok

Benda asing tentang Lombok yang selalu mengisi sanubari...

Sumber: di akhir halaman ini

Sumber: di akhir halaman ini

Sumber: di akhir halaman ini
Bayang yang masih semu...


Pelabuhan-Penyeberangan Lombok-Sumbawa
Sumber: di akhir halaman ini
Bandar Udara Internasional Lombok
Sumber: di akhir halaman ini

Keberadaaan Lombok sebagai salah satu destinasi wisata alam dan wisata bahari Indonesia yang tengah di proyeksikan pemerintah untuk penyeimbang Bali, semakin menjadikan pulau Lombok sebagai salah satu harta karun pariwisata Indonesia dengan sejuta potensi alam dan budaya yang beraneka-ragam itu, semakin mewangi dan melangit. Malah tak menutup kemungkinan 5-10 tahun lagi, pulau Lombok akan mengungguli popularitas pulau Bali. Apakah anda percaya?
Nah, baiknya kita cek bareng yuk;

Ini dia, jika di telusuri lebih dalam, pulau Lombok memiliki 7 segudang keunikan yang "tersembunyi" yang membuat saya semakin bersemangat bermimpi, diantaranya;


Tak ketinggalan, ini dia yang selalu ada di relung hati... Sunset di pantai Senggigi.
Sumber: di akhir halaman ini

Sumber: di akhir halaman ini
Bagaimana menurut anda? Berminat? Yuk, langsung saja pesan paket wisata destinasi pulau Lombok, yang disediakan Asia Wisata!!!

2. Pulau Dodola

Angin... sampaikanlah salamku untuknya...

Sumber: di akhir halaman ini

Sekitar pelabuhan Murotai
Sumber: di akhir halaman ini
Suasana malam hari di Murotai
Sumber: di akhir halaman ini
Kita beralih ke harta karun pariwisata Indonesia (kedua) impian saya. Pulau yang terletak dibagian barat pulau Morotai, Kabupaten Morotai Provinsi Maluku Utara, dimana menjadi sebuah pulau yang terdiri dari gugusan lebih dari 30 pulau itu, memang telah terkenal hingga ke mancanegara dengan panorama pantai-pantainya yang eksotis. Dimana salah satu dari sekian banyak pulau itu adalah bernama pulau Dodola, dan masih terbagi menjadi dua bagian, yaitu; pulau Dodola besar dan pulau Dodola kecil. 
Sumber: di akhir halaman ini
Pulau yang menjadi saksi berakhirnya perang dunia ke II ini, memiliki arti mendalam terutama bagi mereka pelaku perang dunia ke II. Dimana saat itu, Jepang berhasil di pukul mundur oleh sekutu.

mengapa pulau Dodola?

Pulau eksotis yang kini menjadi salah satu harta karun pariwisata Indonesia yang masih "tersembunyi" ini, memang dikabarkan begitu mempesona dengan perpaduan kesunyian, kealamian dan keindahan panoramanya. Bahkan saking heningnya, pulau ini sering di sebut-sebut "surga dunia di bibir Pasifik". Hingga sangat cocok menjadi eskapisme para dreamer holiday yang ingin menghilangkan stres. Sebuah predikat yang tak berlebihan bukan? Itulah yang membuat saya mengangkat pulau ini menjadi salah satu wisata Indonesia dan Impianku. Nah, cek bareng yuk apa saja keunikan yang menjadikan pulau ini istimewa ;

Sumber: di akhir halaman ini
  1. Dodola besar dan Dodola kecil seolah bersatu jika air pantai sedang surut.
  2. Air lautnya yang jernih dan bergradasi biru.
  3. Hamparan pasir putih nan bersih yang seputih susu dan terlihat seperti butiran tepung.
  4. Gelombang lautnya yang tenang membuat kita bisa berenang, diving, bahkan snorkeling tanpa harus takut terbawa ombak.
  5. Panorama bawah lautnya yang indah dengan perpaduan antara beragam biota, tetumbuhan laut dan terumbu karang yang masih utuh serta eksotis.
  6. Wisata sejarah dari perang dunia II dengan wreck sisa-sisa perang.
  7. Suvenir dan merchandise dari besi putih kualitas genuine dari perang Pasifik.
Bagaimana, jadi ngiler kaaan? Tunggu apalagi, segera gantungkan impian dan jadwalkan untuk berlibur menuju pulau surga ini. Dan tentunya bersama Asia Wisata ya?

3. Pulau Derawan

Sumber: di akhir halaman ini
Langsung saja, kita beralih ke harta karun pariwisata Indonesia (ketiga) Yang sekaligus menjadi satu destinasi impian saya yang akan mengakhiri artikel ini. Pulau yang terletak di Kalimantan Timur diperairan laut Kabupaten Berau ini, memiliki sejuta potensi alam yang tak kalah menarik dengan pulau Lombok atau pulau Dodola. Tentunya dengan wisata baharinya yang telah mendunia. Mulai dari terumbu karang, padang lamun, biota prasejarah, dan ada pula hutan tembakau (mangrove) yang tertanam padat, seolah memperjelas bahwa segala keindahan pulau tropis terdapat di pulau Derawan. Keistimewaan itulah yang membuat saya sebagai penulis, merasa sangat layak menyebutkan, kalau pulau Derawan adalah salah satu destinasi wisata Indonesia dan ImpiankuSelain itu, kabarnya Derawan juga memiliki beberapa spesies unik yang dilindungi seperti; penyu hijau, lumba-lumba, kima, barakuda, ketam kelapa dan beberapa spesies lainnya. 

mengapa pulau Derawan?

Sumber: di akhir halaman ini
Derawan adalah surga tropis yang sempurna. Seperti halnya pulau Lombok dan pulau Dodola. Pulau Derawan pun sedang di proyeksikan sebagai salah satu wisata andalan oleh Pemprov Kalimantan Timur dan Pemkab Berau. Dan akan menjadi lokomotif perekonomian baru. Oleh karena itu, Pemerintah hingga saat ini, sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur Bandara Kalimarau-Berau, infrastruktur pelabuhan di Tanjung Batu, hingga infrastuktur jalan lurus dari kecamatan Gunung Tabur sampai Kecamatan pulau Derawan. Bagaimana? Tunggu apalagi?

Sebagai penutupan, saya akan kabarkan mengapa pulau ini layak anda kunjungi ;
  1. Dive trip (diving with dive master).
  2. Wisata bahari dengan predikat taman surga bawah lautnya.
  3. Indahnya pantai dengan biru laut bergradasi.
  4. Resort-Losmen penginapan yang terjangkau.
  5. Bungalow overwater
  6. Hamparan pasir bersih di Gusung.
  7. Telah banyak tersedia restoran-restoran.
Bagaimana? Masih mau menunda liburan?


Dengan artikel ini, semoga sedikitnya bisa merubah paradigma masyarakat, terutama masyarakat lokal kita yang mayoritas menomer belakangkan perjalanan liburan, menghapuskan hipotesis yang membatu, meningkatkan antusias, dan tentunya semoga bisa mendongkrak daya saing di sektor pariwisata Indonesia terhadap pariwisata dunia.



Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis HUT Asia Wisata




Dan, thanks to;
Teknologi dan ilmu fotografi yang telah mendongkrak pupularitas pulau-pulau yang masih "tersembunyi" hingga semakin cepat terkenal ke berbagai penjuru dunia. Serta semua tambahan referensi-referensi-foto saya di bawah ini yang sempat saya lihat & baca.


Sumber;

Dikutip 1 November 2014 - 4 November 2014 dari;
http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/04/13/keunikan-pulau-lombok-354487.html

Dikutip 5 November 2014 - 7 November 2014 dari;
http://indonesia.travel/id/destination/430/kepulauan-derawan
http://t-baronda.blogspot.com/2014/07/pulau-dodola-surga-mutiara-di-bibir.html

Sumber foto ;


Tidak ada komentar:

Posting Komentar